Suatu kala, ada seorang yang cukup terkenal akan kepintarannya dalam membantu orang mengatasi masalah. Meskipun usianya sudah cukup tua, namun kebijaksanaannya luar biasa luas. Karena itulah, orang berbondong-bondong ingin bertemu dengannya dengan harapan agar masalah mereka bisa diselesaikan.
Setiap hari, ada saja orang yang datang bertemu dengannya. Mereka sangat mengharapkan jawaban yang kiranya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang mereka hadapi. Dan hebatnya, rata-rata dari mereka puas akan jawaban yang diberikan. Tidak heran, kepiawaiannya dalam mengatasi masalah membuat namanya begitu tersohor.
Suatu hari, seorang pemuda mendengar pembicaraan orang-orang di sekitar yang bercerita tentang orang tua tersebut. Ia pun menjadi penasaran dan berusaha mencari tahu keberadaannya. Ia juga ingin bertemu dengannya. Ada sesuatu yang sedang mengganjal di hatinya dan ia masih belum mendapatkan jawaban. Ia berharap mendapatkan jawaban dari orang tua tersebut.
Setelah berhasil mendapatkan lokasi tempat tinggal orang tua itu, ia bergegas menuju ke sana. Tempat tinggal orang tua tersebut dari luar terlihat sangat luas bagai istana.
Setelah masuk ke dalam rumah, ia akhirnya bertemu dengan orang tua bijaksana tersebut. Ia bertanya, "Apakah Anda orang yang terkenal yang sering dibicarakan orang-orang mampu mengatasi berbagai masalah?"
Orang tua itu menjawab dengan rendah hati, "Ah, orang-orang terlalu melebih-lebihkan. Saya hanya berusaha sebaik mungkin membantu mereka. Ada yang bisa saya bantu, anak muda? Kalau memang memungkinkan, saya akan membantu kamu dengan senang hati."
"Mudah saja. Saya hanya ingin tahu apa rahasia hidup bahagia? Sampai saat ini saya masih belum menemukan jawabannya. Jika Anda mampu memberi jawaban yang memuaskan, saya akan memberi hormat dan dua jempol kepada Anda serta menceritakan kehebatan Anda pada orang-orang," balas pemuda itu.
Orang tua itu berkata, "Saya tidak bisa menjawab sekarang."
Pemuda itu merengut, berkata, "Kenapa? Apakah Anda juga tidak tahu jawabannya?"
"Bukan tidak bisa. Saya ada sedikit urusan mendadak," balas orang tua itu. Setelah berpikir sebentar, ia melanjutkan, "Begini saja, kamu tunggu sebentar."
Orang tua itu pergi ke ruangan lain mengambil sesuatu. Sesaat kemudian, ia kembali dengan membawa sebuah sendok dan sebotol tinta. Sambil menuangkan tinta ke sendok, ia berkata, "Saya ada urusan yang harus diselesaikan. Tidak lama, hanya setengah jam. Selagi menunggu, saya ingin kamu berjalan dan melihat-lihat keindahan rumah dan halaman di luar sambil membawa sendok ini."
"Untuk apa?" tanya pemuda itu dengan penasaran.
"Sudah, jangan banyak tanya. Lakukan saja. Saya akan kembali setengah jam lagi," kata orang tua itu seraya menyodorkan sendok pada pemuda itu dan kemudian pergi.
Setengah jam berlalu, dan orang tua bijak itu pun kembali dan segera menemui pemuda itu.
Ia bertanya pada pemuda itu, "Kamu sudah mengelilingi seisi rumah dan halaman di luar?"
Pemuda itu menganggukkan kepala sambil berkata, "Sudah."
Orang tua itu lanjut bertanya, "Kalau begitu, apa yang sudah kamu lihat? Tolong beritahu saya."
Pemuda itu hanya diam tanpa menjawab.
Orang tua itu bertanya lagi, "Kenapa diam? Rumah dan halaman begitu luas, banyak sekali yang bisa dilihat. Apa saja yang telah kamu lihat?"
Pemuda itu mulai bicara, "Saya tidak melihat apa pun. Kalau pun melihat, itu hanya sekilas saja. Saya tidak bisa ingat sepenuhnya."
"Mengapa bisa begitu?" tanya orang tua itu.
Sang pemuda dengan malu menjawab, "Karena saat berjalan, saya terus memperhatikan sendok ini, takut tinta jatuh dan mengotori rumah Anda."
Dengan senyum, orang tua bijak itu berseru, "Nah, itulah jawaban yang kamu cari-cari selama ini. Kamu telah mengorbankan keindahan rumah yang seharusnya bisa kamu nikmati hanya untuk memerhatikan sendok berisi tinta ini. Karena terus mengkhawatirkan tinta ini, kamu tidak sempat melihat rumah dan halaman yang begitu indah. Rumah ini ada begitu banyak patung, ukiran, lukisan, hiasan dan ornamen yang cantik. Begitu juga dengan halaman rumah yang berhiaskan bunga-bunga warna-warni yang bermekaran. Kamu tidak bisa melihatnya karena kamu terus melihat sendok ini."
Ia melanjutkan, "Jika kamu selalu melihat kejelekan di balik tumpukan keindahan, hidup kamu akan dipenuhi penderitaan dan kesengsaraan. Sebaliknya, jika kamu selalu mampu melihat keindahan di balik tumpukan kejelekan, maka hidup kamu akan lebih indah. Itulah rahasia dari kebahagiaan. Apakah sekarang sudah mengerti, anak muda?"
Pemuda itu benar-benar salut atas kebijaksaan dari orang tua itu. Ia sungguh puas dengan jawabannya. Akhirnya ia menemukan jawaban yang selama ini ia cari. Sebelum pergi, ia menepati janjinya dengan memberi hormat dan dua jempol kepada orang tua tersebut.
Kerabat Imelda...Dalam hidup ini, alangkah baiknya kita tidak menjerumuskan diri kita ke dalam keterpurukan. Selalu ada hal positif yang bisa kita ambil. Jangan mengorbankan keindahan hidup hanya untuk melihat sisi jeleknya. Jadilah orang yang senantiasa melihat setitik terang di dalam gelap.
THE STORY OF US : EUGENE CALOSA ♡
Jumat, 01 April 2011
Sabtu, 19 Maret 2011
A Story in The Heaven
Kali untuk sekedar menghibur, saya punya cerita lucu pilihan :)
HAPPY READING !
Pak Haji barusaja meninggal dan sekarang Ia sedang perjalan ke surga. Di tengah perjalanannya dia bertemu dengan malaikat yang sedang mendata orang-orang yang akan melanjutkan perjalanan jauh menuju surga. Satu-satu dari mereka didata dan diberikan kendaraan untuk menuju surga. Ketika giliran Pak Haji, sang malaikat tersenyum,"Hai Pak Haji!"
"Hai malaikat, jadi dengan apa saya menuju surga?"
"Ini Pak Haji, ada mobil Carry untuk anda," kata malaikat itu ramah.
Pak Haji senang diberi mobil carry karena beberapa orang yang didepannya tadi hanya diberi motor astrea saja.
Ia kemudian mengucapkan terimakasih pada malaikat kemudian pamit dan beranjak dari tempat itu.
Di dalam perjalanannya yang santai menuju gerbang surga, Ia melihat pajero Sport hitam mendahuluinya, pengemudinya menurunkan kaca kemudian mengangguk dan menyapa Pak Haji. Tampaknya Ia Pastor.
Pak Haji merasa iri dengan pastor. Ia kemudian memutar balik carry nya dan kembali ke malaikat untuk protes.
"Hei, Malaikat! Kenapa pastor kau beri Pajero Sport? Kita kan sama-sama pemimpin agama. Saya nggak terima dong!"
Malaikat tersenyum,"Ji, selama hidup Pak Haji kan hidup mewah dan punya isteri 5, sementara pastor selama hidupnya tidak punya istri dan jauh dari kenikmatan, maka sekarang aku beri dia Pajero."
Pak Haji sepertinya memahami itu, ia manggut -manggut. Kemudian kembali lagi mengemudikan carry-nya.
Kemudian dua berpapasan lagi dengan mobil Mercedes Benz. Tampaknya sang pengemudi itu adalah tetangganya yang meninggal bersamaan dengan dirinya. Dia memang tak punya istri, dan pekerjaannya hanyalah pemulung. Ia tidak pernah berpakaian yang layak. Kembali Pak Haji memutar balik carry-nya ke tempat Malaikat-lagi-.
"Malaikat! Ampun deh! Kenapa tetangga saya bisa dapet Mercy? Padahalkan kita sama-sama manusia!" protes Pak Haji sambil keluar dari carry nya.
"Yah, pak! Itu kan karena dia sama sederhananya dengan pastor, rajin berdoa dan tidak pernah menyukai hal-hal yang berbau kesenangan duniawi. Tapi kan dia tidak pernah berpakaian yang layak sementara pastor kan biasanya bisa pakek jubah putih atau malah berpakaian biasa."
Pak Haji kembali berpikir bahwa alasan Malaikat memberi tetangganya Mercy memang benar. Oleh karena itu dia kembali masuk ke carry-nya sebelum mendengar suara sirene mobil polisi yang sedang mengawal sebuah Ferarri merah kap terbuka.
Pak Haji melongo bahwa yang dilihat adalah pemuda tampan brewokan memakai jas yang tampaknya kaya saat di dunia.
Dia melotot dan kembali ke Malaikat sambil menodongnya dengan jari telunjuk. "Malaikaaatt! Kali ini aku benar-benar tidak terimaaa!" katanya murka.
"Ada apa lagi sih Pak Haji? Nyusahin deh!" jawab Malaikat malas.
"ITU!" dia menunjuk pengendara Ferarri yang sedang lewat. "Pemuda itu! Dia kan sudah kaya, kenapa dia-" kata-kata Pak Haji terhenti ketika Malaikat cepat-cepat membungkam mulutnya.
"Ada apa sih Malaikat?" tanya Pak Haji heran.
"Ssst! Ji, itu mah yang punya surga, Yesus Kristus!!"
YANG SENYUM DIBERKATI TUHAN :)
Berikanlah yang terbaik selama kalian mampu agar mendapat yang terbaik pula :D GBU
HAPPY READING !
Pak Haji barusaja meninggal dan sekarang Ia sedang perjalan ke surga. Di tengah perjalanannya dia bertemu dengan malaikat yang sedang mendata orang-orang yang akan melanjutkan perjalanan jauh menuju surga. Satu-satu dari mereka didata dan diberikan kendaraan untuk menuju surga. Ketika giliran Pak Haji, sang malaikat tersenyum,"Hai Pak Haji!"
"Hai malaikat, jadi dengan apa saya menuju surga?"
"Ini Pak Haji, ada mobil Carry untuk anda," kata malaikat itu ramah.
Pak Haji senang diberi mobil carry karena beberapa orang yang didepannya tadi hanya diberi motor astrea saja.
Ia kemudian mengucapkan terimakasih pada malaikat kemudian pamit dan beranjak dari tempat itu.
Di dalam perjalanannya yang santai menuju gerbang surga, Ia melihat pajero Sport hitam mendahuluinya, pengemudinya menurunkan kaca kemudian mengangguk dan menyapa Pak Haji. Tampaknya Ia Pastor.
Pak Haji merasa iri dengan pastor. Ia kemudian memutar balik carry nya dan kembali ke malaikat untuk protes.
"Hei, Malaikat! Kenapa pastor kau beri Pajero Sport? Kita kan sama-sama pemimpin agama. Saya nggak terima dong!"
Malaikat tersenyum,"Ji, selama hidup Pak Haji kan hidup mewah dan punya isteri 5, sementara pastor selama hidupnya tidak punya istri dan jauh dari kenikmatan, maka sekarang aku beri dia Pajero."
Pak Haji sepertinya memahami itu, ia manggut -manggut. Kemudian kembali lagi mengemudikan carry-nya.
Kemudian dua berpapasan lagi dengan mobil Mercedes Benz. Tampaknya sang pengemudi itu adalah tetangganya yang meninggal bersamaan dengan dirinya. Dia memang tak punya istri, dan pekerjaannya hanyalah pemulung. Ia tidak pernah berpakaian yang layak. Kembali Pak Haji memutar balik carry-nya ke tempat Malaikat-lagi-.
"Malaikat! Ampun deh! Kenapa tetangga saya bisa dapet Mercy? Padahalkan kita sama-sama manusia!" protes Pak Haji sambil keluar dari carry nya.
"Yah, pak! Itu kan karena dia sama sederhananya dengan pastor, rajin berdoa dan tidak pernah menyukai hal-hal yang berbau kesenangan duniawi. Tapi kan dia tidak pernah berpakaian yang layak sementara pastor kan biasanya bisa pakek jubah putih atau malah berpakaian biasa."
Pak Haji kembali berpikir bahwa alasan Malaikat memberi tetangganya Mercy memang benar. Oleh karena itu dia kembali masuk ke carry-nya sebelum mendengar suara sirene mobil polisi yang sedang mengawal sebuah Ferarri merah kap terbuka.
Pak Haji melongo bahwa yang dilihat adalah pemuda tampan brewokan memakai jas yang tampaknya kaya saat di dunia.
Dia melotot dan kembali ke Malaikat sambil menodongnya dengan jari telunjuk. "Malaikaaatt! Kali ini aku benar-benar tidak terimaaa!" katanya murka.
"Ada apa lagi sih Pak Haji? Nyusahin deh!" jawab Malaikat malas.
"ITU!" dia menunjuk pengendara Ferarri yang sedang lewat. "Pemuda itu! Dia kan sudah kaya, kenapa dia-" kata-kata Pak Haji terhenti ketika Malaikat cepat-cepat membungkam mulutnya.
"Ada apa sih Malaikat?" tanya Pak Haji heran.
"Ssst! Ji, itu mah yang punya surga, Yesus Kristus!!"
YANG SENYUM DIBERKATI TUHAN :)
Berikanlah yang terbaik selama kalian mampu agar mendapat yang terbaik pula :D GBU
Jumat, 11 Maret 2011
Bayanganku di Cermin
Sore itu hujan rintik-rintik mengantar Patrik pulang ke asrama tempat tinggalnya, dia seorang mahasiswa yang hidup jauh dari kampung halaman dan keluarganya. Dengan lelah ia meletakan tas yang penuh dengan buku diatas meja belajarnya, dengan tergesa-gesa ia mengganti pakaian dan segera berbaring di tempat tidurnya dengan harapan lelah yang ia rasakan segera terobati. pikirnya: 'mengapa aku begitu lelah?', ''seandainya tadi nilai ujianku A, B atau setidaknya C, pastinya aku tidak frustasi seperti ini, frustasi ini membuat aku begitu lelah dan hanya ingin tidur saja rasanya, hmm.. tapi ujian belum selesai, besok ada 2 mata ujian yang harus kuhadapi, yah.. Tuhan tolonglah aku''. ia bangun dari tidurnya, menyandarkan punggungnya ke bantal dan duduk menatap cermin yang menempel di lemari tepat di depannya, ia pun mengutarakan keluhannya kepada bayangannya di cermin, dalam hatinya ia berkata :' hai kamu yang disana, bayanganku, apakah nasibmu sama denganku? bagaimana kehidupanmu di duniamu? aku tahu kalau kamu mempunyai kehidupanmu sendiri dan sekarang kamu sedang bercakap-cakap denganku bayanganmu dan akupun sedang bercakap-cakap denganmu bayanganku, iapun mendekati cermin itu dan melihat kedalam cermin, ia menyerongkan kepalanya agar dapat melihat situasi didalam cermin itu..' ya aku tau, km sedang melihat ke dalam kamarku, rasanya aku ingin memecahkan engkau cerminku.. apa katamu? kau ingin memecahkan cerminku? ya kita ini sama dan apa yang aku lakukan km juga akan melakukannya, di duniamu yang aku sebut dunia cermin dan di duniaku yang kamu sebut dunia cermin jg'' katanya sambil tersenyum sendiri.
Ia kembali ketempat tidurnya dan berusaha untuk beristirahat agar lelah yang ia rasakan lenyap, pikirnya, ' kalau aku tidak istirahat, aku tidak dapat berkonsentrasi untuk belajar'. sejam berlalu namun ia masih melamun di tempat tidurnya, kembali ia menatap cermin dari tempat tidurnya dan pikirannya terbawa ke dalam khayalannya.
dalam khayalan cermin menyapanya, 'apa yang terjadi padamu?' ini aku cermin teman sekamarmu, ceritakanlah padaku masalahmu. dia menjawab cermin itu, 'apa yang salah denganku?' aku selalu saja merasa iri hati dengan teman-temanku bahkan akupun sering frustasi karna apa yang aku capai sangat tidak memuaskan hatiku dan lagi mengapa teman2ku mencapai hal yang aku inginkan sedangkan aku sendiri tidak dapat mencapainya, prestasi akademik, wanita idaman, bahkan akupun iri dengan tinggi badan yang mereka miliki namun tidak aku miliki, aku selalu berusaha untuk tidak memikirkannya namun pikiran itu selalu menggangguku.
sesaat kemudian bayangannya keluar dari cermin dan duduk di tempat tidurnya tepat di samping patrik dan sambil tersenyum bayangan itu berkata: 'aku ini cermin dan aku mempunyai banyak rupa, banyak orang yang melihat dirinya padaku dan aku melihat bahwa pada dasarnya segala jerih payah dan keberhasilan orang didorong oleh rasa iri hati yang dimilikinya, kebanyakan aku melihat hidup mereka di gerakan oleh hal-hal yang tidak semestinya menggerakkan hidup mereka, rasa bersalah, benci, marah, rasa takut, materi, kedudukan, nama baik dan hal-hal lainnya, aku pun bingung dengan masing-masing mereka, apakah untuk itu tujuan hidup mereka??" Patrik menjawabnya dengan nada bertanya, 'Bukankah memang seperti itu kehidupan ini?', bayangan itu menatapnya dan berkata, 'kawanku.. benar katamu, kehidupan di dunia ini memang seperti itu", tapi semuanya itu bukanlah tujuan hidup ini, patrik kembali bertanya dengan nada penasaran,'kalau begitu apakah tujuan hidup itu? katakan padaku hai kamu bayanganku.
bayangannya tersenyum dan berkata pada patrix, "lihatlah kehidupan manusia yang tidak digerakan tujuan, hidupnya tiada makna dan ia berusaha menyenangkan hati semua orang, aku tidak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk berhasil tapi apa yang mereka lakukan adalah kegagalan, kenalilah tujuan hidupmu dan biarkan hidupmu digerakan olehnya. sahut patrik kepadanya, 'hai bayanganku bertahukan padaku apakah tujuan hidupku itu?. aku ini bayanganmu masakan engkau bertanya padaku yang adalah bayanganmu.
lihatlah seorang ibu yang menjahit pakaian yang indah, tak seorang pun tau untuk apa ibu itu membuat pakaian yang indah itu selain dia yang membuatnya, anak perempuan ibu itu bertanya kepadanya,'untuk apa ibu membuat pakaian yang indah itu', sambil tersenyum ibu itu menjawab, "anakku yang kukasihi, aku akan membuat pakaian yang indah yang aku rencanakan untuk hari pernikahanmu nanti ". patrik terdiam sambil memandang bayangannya, kata bayangan itu padanya, "mengapa engkau memandangiku? aku tidak dapat memberitahu tujuan hidupmu hanya Dia yang menciptakanmu yang mengetahuinya, satu hal yang ingin kuberitahu kepadamu, bahwa hidupmu ini bukan mengenai kamu, tetapi bagi kemuliaanNya yang menciptakan engkau, sebab segalah sesuatu diciptakan oleh Dia dan bagi Dia. bayangan itu tersenyum dan lenyap meninggalkan patrik.
Patrik terbangun dari tidurnya, lelahnya sudah pergi meninggalkannya, ia bangun duduk di meja belajarnya dan memanjatkan doanya, "ya Tuhan, segala kemuliaan hanya bagiMu, ku tahu hidupku hanya untuk kemuliaan namaMu, pakailah hidupKu ya Tuhan biarlah yang kulakukan hanyalah untukmu, aku akan belajar untuk ujian besok dan semua itu kupersembahkan untuk Engkau, kebersyukur untuk semua yang terjadi dalam hidupku peganglah tanganKu ya Tuhan dalam menghadapi dunia ini, ampuniku atas kelemahanku, aku membutuhkan Engkau. amin". patrik membuka buku pelajarannya dan belajar dengan sukacita.
Ia kembali ketempat tidurnya dan berusaha untuk beristirahat agar lelah yang ia rasakan lenyap, pikirnya, ' kalau aku tidak istirahat, aku tidak dapat berkonsentrasi untuk belajar'. sejam berlalu namun ia masih melamun di tempat tidurnya, kembali ia menatap cermin dari tempat tidurnya dan pikirannya terbawa ke dalam khayalannya.
dalam khayalan cermin menyapanya, 'apa yang terjadi padamu?' ini aku cermin teman sekamarmu, ceritakanlah padaku masalahmu. dia menjawab cermin itu, 'apa yang salah denganku?' aku selalu saja merasa iri hati dengan teman-temanku bahkan akupun sering frustasi karna apa yang aku capai sangat tidak memuaskan hatiku dan lagi mengapa teman2ku mencapai hal yang aku inginkan sedangkan aku sendiri tidak dapat mencapainya, prestasi akademik, wanita idaman, bahkan akupun iri dengan tinggi badan yang mereka miliki namun tidak aku miliki, aku selalu berusaha untuk tidak memikirkannya namun pikiran itu selalu menggangguku.
sesaat kemudian bayangannya keluar dari cermin dan duduk di tempat tidurnya tepat di samping patrik dan sambil tersenyum bayangan itu berkata: 'aku ini cermin dan aku mempunyai banyak rupa, banyak orang yang melihat dirinya padaku dan aku melihat bahwa pada dasarnya segala jerih payah dan keberhasilan orang didorong oleh rasa iri hati yang dimilikinya, kebanyakan aku melihat hidup mereka di gerakan oleh hal-hal yang tidak semestinya menggerakkan hidup mereka, rasa bersalah, benci, marah, rasa takut, materi, kedudukan, nama baik dan hal-hal lainnya, aku pun bingung dengan masing-masing mereka, apakah untuk itu tujuan hidup mereka??" Patrik menjawabnya dengan nada bertanya, 'Bukankah memang seperti itu kehidupan ini?', bayangan itu menatapnya dan berkata, 'kawanku.. benar katamu, kehidupan di dunia ini memang seperti itu", tapi semuanya itu bukanlah tujuan hidup ini, patrik kembali bertanya dengan nada penasaran,'kalau begitu apakah tujuan hidup itu? katakan padaku hai kamu bayanganku.
bayangannya tersenyum dan berkata pada patrix, "lihatlah kehidupan manusia yang tidak digerakan tujuan, hidupnya tiada makna dan ia berusaha menyenangkan hati semua orang, aku tidak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk berhasil tapi apa yang mereka lakukan adalah kegagalan, kenalilah tujuan hidupmu dan biarkan hidupmu digerakan olehnya. sahut patrik kepadanya, 'hai bayanganku bertahukan padaku apakah tujuan hidupku itu?. aku ini bayanganmu masakan engkau bertanya padaku yang adalah bayanganmu.
lihatlah seorang ibu yang menjahit pakaian yang indah, tak seorang pun tau untuk apa ibu itu membuat pakaian yang indah itu selain dia yang membuatnya, anak perempuan ibu itu bertanya kepadanya,'untuk apa ibu membuat pakaian yang indah itu', sambil tersenyum ibu itu menjawab, "anakku yang kukasihi, aku akan membuat pakaian yang indah yang aku rencanakan untuk hari pernikahanmu nanti ". patrik terdiam sambil memandang bayangannya, kata bayangan itu padanya, "mengapa engkau memandangiku? aku tidak dapat memberitahu tujuan hidupmu hanya Dia yang menciptakanmu yang mengetahuinya, satu hal yang ingin kuberitahu kepadamu, bahwa hidupmu ini bukan mengenai kamu, tetapi bagi kemuliaanNya yang menciptakan engkau, sebab segalah sesuatu diciptakan oleh Dia dan bagi Dia. bayangan itu tersenyum dan lenyap meninggalkan patrik.
Patrik terbangun dari tidurnya, lelahnya sudah pergi meninggalkannya, ia bangun duduk di meja belajarnya dan memanjatkan doanya, "ya Tuhan, segala kemuliaan hanya bagiMu, ku tahu hidupku hanya untuk kemuliaan namaMu, pakailah hidupKu ya Tuhan biarlah yang kulakukan hanyalah untukmu, aku akan belajar untuk ujian besok dan semua itu kupersembahkan untuk Engkau, kebersyukur untuk semua yang terjadi dalam hidupku peganglah tanganKu ya Tuhan dalam menghadapi dunia ini, ampuniku atas kelemahanku, aku membutuhkan Engkau. amin". patrik membuka buku pelajarannya dan belajar dengan sukacita.
Langganan:
Postingan (Atom)